Kilatriau.id – Pemandangan mengharukan terjadi di areal lahan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (27/09/2026) pagi.
Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam *Aliansi Ibu-Ibu Desa Koto Baru* menggelar aksi damai tepat di depan alat berat yang terparkir di atas lahan yang mereka klaim sebagai tanah ulayat.
Dengan Penuh Semangat dan Haru mereka membentangkan spanduk dan membacakan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, Dari anak negeri di Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir Kuantan Singingi, Riau. Bapak Presiden, Tanah ulayat kami bukan sekadar tanah. Ia adalah ibu kami. Di atasnya kami lahir, di atasnya kami diberi makan, dan di atasnya pula datuk-datuk kami dikuburkan,” ujar salah seorang orator aksi, mewakili ibu-ibu dengan suara bergetar.
Mereka mengaku kecewa karena izin-izin besar terbit dari Jakarta di atas tanah ulayat mereka, tanpa pernah ada persetujuan dari Niniak Mamak dan masyarakat adat.
“Hari ini kami melihat, izin-izin besar terbit dari Jakarta di atas tanah ulayat kami, sementara kami pemiliknya tidak pernah ditanya, tidak pernah diminta persetujuan. Kami tidak anti investasi, Pak Presiden. Kami hanya ingin keadilan. Kami ingin negara hadir tidak hanya sebagai pemberi izin, tapi juga sebagai pelindung bagi masyarakat hukum adat,” lanjutnya.
Aksi damai ini berlangsung tertib dan penuh isak tangis. Tidak ada pemblokiran jalan, tidak ada anarkis. Mereka hanya berdiri di depan alat berat sebagai simbol bahwa mereka tidak akan menyerahkan tanah leluhurnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT RAPP dan aparat keamanan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi tersebut.











