KOTO BARU MEMANGGIL PRESIDEN : Ibu-ibu Gelar Aksi Damai di Lahan PT.RAPP

- Admin

Minggu, 27 September 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilatriau.id – Pemandangan mengharukan terjadi di areal lahan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (27/09/2026) pagi.

Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam *Aliansi Ibu-Ibu Desa Koto Baru* menggelar aksi damai tepat di depan alat berat yang terparkir di atas lahan yang mereka klaim sebagai tanah ulayat.

Dengan Penuh Semangat dan Haru mereka membentangkan spanduk dan membacakan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, Dari anak negeri di Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir Kuantan Singingi, Riau. Bapak Presiden, Tanah ulayat kami bukan sekadar tanah. Ia adalah ibu kami. Di atasnya kami lahir, di atasnya kami diberi makan, dan di atasnya pula datuk-datuk kami dikuburkan,” ujar salah seorang orator aksi, mewakili ibu-ibu dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Cari Nakhoda Baru Perindo Kuansing Rekrut Ketua PAC di 15 Kecamatan

Mereka mengaku kecewa karena izin-izin besar terbit dari Jakarta di atas tanah ulayat mereka, tanpa pernah ada persetujuan dari Niniak Mamak dan masyarakat adat.

“Hari ini kami melihat, izin-izin besar terbit dari Jakarta di atas tanah ulayat kami, sementara kami pemiliknya tidak pernah ditanya, tidak pernah diminta persetujuan. Kami tidak anti investasi, Pak Presiden. Kami hanya ingin keadilan. Kami ingin negara hadir tidak hanya sebagai pemberi izin, tapi juga sebagai pelindung bagi masyarakat hukum adat,” lanjutnya.

Baca Juga :  Dugaan Penipuan Rental Mobil di Desa Perhentian Luas Terungkap

Aksi damai ini berlangsung tertib dan penuh isak tangis. Tidak ada pemblokiran jalan, tidak ada anarkis. Mereka hanya berdiri di depan alat berat sebagai simbol bahwa mereka tidak akan menyerahkan tanah leluhurnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT RAPP dan aparat keamanan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi tersebut.

Berita Terkait

Pamit dari Kuansing, Kasi Datun Raden Muhammad Shandy Bawa Kenangan tentang Keramahan Masyarakat dan Pacu Jalur
‎Porseni IGTKI-PGRI RIAU 2026 Ditutup, IGTKI-PGRI Kabupaten Rokan Hulu Keluar Sebagai Juara Umum
KH. Mursyid Siap Kawal Aspirasi Jalan Tol Inhu–Kuansing–Sumbar, Dorong Ekonomi dan Pariwisata
LAMR LEPAS HERRY HERYAWAN, GREEN POLICING DAN BUDAYA MELAYU JADI WARISAN PENGABDIAN
Kuansing Bersholawat, Doa dan Sholawat Menggema Sambut HUT ke-27 Kuansing
Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss
Ribuan Warga Serbu Kebun Nopi, Muklisin Buka Pacu Jalur Mini Semarakkan HUT Kuansing dan Haornas
POLISI GEBER PETI DI MUARA LANGSAT, 13 RAKIT SETINGKAI DAN DOMPENG DITERTIBKAN
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Pamit dari Kuansing, Kasi Datun Raden Muhammad Shandy Bawa Kenangan tentang Keramahan Masyarakat dan Pacu Jalur

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:08 WIB

‎Porseni IGTKI-PGRI RIAU 2026 Ditutup, IGTKI-PGRI Kabupaten Rokan Hulu Keluar Sebagai Juara Umum

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KH. Mursyid Siap Kawal Aspirasi Jalan Tol Inhu–Kuansing–Sumbar, Dorong Ekonomi dan Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:33 WIB

LAMR LEPAS HERRY HERYAWAN, GREEN POLICING DAN BUDAYA MELAYU JADI WARISAN PENGABDIAN

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Kuansing Bersholawat, Doa dan Sholawat Menggema Sambut HUT ke-27 Kuansing

Berita Terbaru

error: Content is protected !!