Kilatriau.id – Kuansing Bersinar dan Stop Narkoba: BNNK Lakukan Deteksi Melalui Tes Urine di Hunian Kos dan Penginapan Menjelang Ramadhan
Kuantan Singingi,– Dalam upaya menciptakan suasana aman dan kondusif, serta pencegahan penyalahgunaan Narkotika di Wilayahnya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) menggelar aksi deteksi dini secara mendadak.
Dalam kegiatan ini, BNNK Kuansing berharap di wilayah Kuantan Singingi agar untuk selalu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkotika, mengurangi angka penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja dan dewasa, neningkatkan keamanan dan kenyamanan di lingkungan kos dan penginapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, BNNK Kuansing juga membantu mengidentifikasi dan memberikan bantuan kepada pengguna narkotika dan mengurangi kejahatan yang terkait dengan narkotika, seperti pencurian dan kekerasan.
Kegiatan berupa tes urine, hal ini menyasar di lingkungan masyarakat, mulai dari hunian tetap, rumah kos, hingga penginapan di wilayah Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Jumat (13/02/26).
Operasi ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Tim Pemberantasan, serta Tim Rehabilitasi BNNK Kuantan Singingi.
Langkah Preventif menjelang Bulan Suci Ramadhan, Kepala BNNK Kuantan Singingi, AKBP Usril, S.H., M.H., yang secara langsung memimpin jalannya kegiatan menegaskan, bahwa langkah ini merupakan komitmen serius dalam mewujudkan Kabupaten Kuantan Singingi yang bersih dari narkoba (Bersinar).
“Kegiatan ini sengaja kami laksanakan menjelang Ramadan 1447 H. Tujuannya jelas, kita ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, nyaman, dan dalam lingkungan yang bersih dari pengaruh buruk narkotika,” ucap tegas AKBP Usril.
“Dalam operasi tersebut, tim menyisir beberapa titik strategis di wilayah Teluk Kuantan yang disinyalir memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.
Lanjut AKB Usril, Petugas juga melakukan pengecekan identitas serta meminta para penghuni kos dan penginapan untuk melakukan tes urine di tempat.
Menurutnya, deteksi dini melalui tes urine di area hunian dan penginapan sangat krusial karena lokasi-lokasi tersebut seringkali luput dari pengawasan ketat masyarakat sekitar.
“Dengan adanya kehadiran petugas, diharapkan muncul efek jera sekaligus kesadaran kolektif untuk menjauhi dan pencegahan bahayanya narkotika,” kata AKBP Usril.
“Hasil temuan di lapangan dalam operasi tersebut, petugas melakukan tes urine secara terukur kepada para penghuni. Hasilnya, petugas mendapati adanya penyalahgunaan narkotika,” kata lagi AKBP Usril.
“Dari hasil tes urine yang dilakukan di lapangan, kami mendapati 7 orang positif menggunakan zat narkotika. Rinciannya terdiri dari 3 orang laki-laki dan 4 orang perempuan,” ungkapnya.
“Ketujuh orang tersebut kemudian diarahkan untuk mengikuti prosedur pemeriksaan lebih lanjut oleh tim rehabilitasi dan pemberantasan guna menentukan langkah penanganan berikutnya, baik melalui proses hukum maupun rehabilitasi medis,” katanya.
BNNK (Badan Narkotika Nasional Kota) menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.
“Kami menghimbau kepada masyarakat tetap waspada terhadap penyalahgunaan narkotika, melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkotika, mengikuti program-program pencegahan dan rehabilitasi narkotika, mendukung upaya BNNK dalam memberantas narkotika serta menjaga diri dan keluarga dari bahayanya narkotika.”Pungkas AKBP Usril.











