Kilatriau.id – Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, meski berakhir duka. Rayendra, bocah berusia 4 tahun yang sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Batang Kuantan, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan, Rabu (8/4/2026).
Korban ditemukan di wilayah perairan Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing (Kuansing), Provinsi Riau. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 1 kilometer dari titik kejadian.
Informasi penemuan korban pertama kali menyebar luas melalui unggahan di media sosial Facebook milik salah satu personel BPBD Kuansing, Raja Devonigo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, korban Rayendra telah berhasil ditemukan di Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau pada Rabu (08/04/2025) Pagi.
Sayangnya, harapan untuk menemukan korban dalam keadaan hidup harus pupus. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Satpol PP,PKP, TNI-Polri, DAMKAR, BPBD INHU serta masyarakat Sekitar menemukan jasad Rayendra dalam kondisi sudah tidak bernyawa saat ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB.
Menanggapi hal tersebut,Kasatpol PP PKP Kuansing, Rio Kasyterwandra akhirnya memberikan konfirmasi resmi terkait temuan ini.
“Benar, kami sudah menerima laporan bahwa korban telah berhasil ditemukan di wilayah Desa Teluk Pauh Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Namun kondisi korban sudah meninggal dunia,” ujar Rio Kasatpol PP Kuansing.
Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga guna proses pemakama.
Kejadian bermula pada hari Jumat (3/4/2026) sore, ketika korban dilaporkan hilang terseret arus saat sedang bermain di pinggir sungai bersama teman-temannya. Pencarian sempat berlangsung selama 5 hari namun terkendala oleh debit air yang tinggi, arus yang deras, serta jarak pandang yang terbatas akibat cuaca.
Melalui kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui BPBD kembali mengimbau seluruh masyarakat, khususnya orang tua, untuk selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
“Kami mengimbau agar lebih waspada, jangan biarkan anak bermain sendirian di dekat aliran sungai mengingat kondisi air yang saat ini sedang tinggi dan arusnya cukup kuat,” tutup Rio.











