Kilatriau.id – Dua puluh enam tahun berlalu, tapi kenangan dan nilai yang ditanamkan SMK Negeri 1 Teluk Kuantan masih membekas kuat di hati Eka Putra. Kini menjabat sebagai Camat Kuantan Tengah, ia tak malu-malu mengaku, Semua yang ia capai hari ini berawal dari bangku sekolah.
Bagi Eka, SMKN 1 Teluk Kuantan bukan sekadar tempat menimba ilmu. Itu adalah “rumah kedua” yang membentuk karakternya jadi pribadi disiplin, tangguh, dan nggak gampang menyerah.
“Menjadi alumni SMK N 1 Teluk Kuantan adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujarnya penuh semangat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Eka mengenang masa SMK sebagai fase penuh perjuangan. Bangun pagi, masuk kelas, praktik jurusan, ikut organisasi, sampai terjun di ekstrakurikuler, Semua itu jadi paket lengkap yang membentuk mentalnya.
Menurutnya, pelajaran paling berharga justru datang dari luar buku : kebersamaan dengan teman, nasihat guru yang nggak kenal lelah, dan tantangan yang bikin mental makin kuat. Nilai-nilai itu yang kini ia bawa dalam menjalankan amanah sebagai camat.
Pendidikan kejuruan membentuk pola pikir yang fokus ke kerja nyata, cari solusi, dan berani tanggung jawab,” katanya.
Sebagai alumni yang kini dipercaya memimpin wilayah, Eka mengajak seluruh lulusan SMKN 1 Teluk Kuantan untuk balik berkontribusi.
Baginya, sukses sejati bukan cuma soal jabatan dan uang, tapi juga seberapa besar kepedulian kita pada almamater dan adik kelas yang sedang berjuang.
“Sekolah ini sudah melahirkan banyak orang hebat. Sudah waktunya kita balas, sekecil apa pun, demi kemajuan mereka,”tegasnya.
Dukungan Eka ke almamaternya bukan isapan jempol. Ia sering hadir di berbagai agenda sekolah, mulai dari kegiatan pendidikan, pengembangan kreativitas siswa, hingga event teknologi dan olahraga.
Di akhir, Eka menitipkan pesan khusus buat para siswa yang kini duduk di bangku SMK : “Banggalah menjadi anak SMK. Karena dari SMK, kita diajarkan bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang, memberi manfaat, dan menjadi kebanggaan daerah.
Sebuah pengingat bahwa mimpi besar selalu dimulai dari langkah kecil—di ruang kelas sederhana, bersama guru-guru tulus, dan keberanian untuk terus berjuang”Tutup Eka Putra”.
Penulis : Muhammad Azizi











