Ngeriii !!! Jalan Provinsi Rusak Parah: Gubernur Riau Harus Ambil Langkah Cepat

KilatRiau.Id | Kuansing– Akibat dilalui oleh mobil berkapasitas besar dan dampak curah hujan yang tinggi, ruas jalan Provinsi dari Teluk Kuantan ke Inhu mengalami kerusakan parah. Sayangnya, Dinas PUPR Riau terkesan lamban dalam menanganinya.

 

Randi (35), warga Muaro Sentajo, kecamatan Sentajo Raya, mengungkapkan keprihatinannya. Dia mencatat bahwa kondisi jembatan Muaro Sentajo dapat ambruk karena terdapat lobang di tepi jembatan yang tidak pernah ditangani oleh instansi terkait.

 

Randi meminta Gubernur SF Haryanto untuk tidak hanya duduk manis di kantor. Dia menyarankan agar Gubernur meninjau keluhan masyarakat dan segera mengatasi masalah tersebut, terutama karena beliau merupakan mantan Kepala Dinas PUPR Riau dan diharapkan memahami tindakan yang diperlukan.

 

Dia menjelaskan kondisi terkini jembatan Sentajo, di mana jarak antara jalan dan tepi jembatan sudah mulai renggang, dengan bagian bawah pondasi jembatan yang tergerus oleh banjir yang datang berkali-kali. Randi, yang rumahnya berdekatan dengan jembatan, mengatakan bahwa kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan.

 

Dia berharap agar ruas jalan ini segera ditangani, terutama karena kerusakan jalan yang parah telah mencapai area Kota Teluk Kuantan, seperti di Desa Beringin Taluk.

 

Mobil dengan tonase berat, seperti angkutan kayu RAPP, mobil Batu Bara, CPO, dan angkutan sawit, lalu lalang dengan intensitas tinggi. Hal ini dikhawatirkan dapat menambah kerusakan jalan tanpa adanya pemeliharaan yang memadai, sementara pemeliharaan tidak dilakukan, ujar mantan Ketua KNPI Sentajo Raya tersebut.

 

Sementara itu, Sekretaris PUPR Kuansing, Toni, menyebutkan bahwa ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan provinsi, meskipun pihaknya telah melakukan koordinasi. Kendati demikian, penanganan kapan pun menjadi tanggung jawab PUPR Riau. Toni menekankan harapannya agar kerusakan ruas jalan Provinsi ini dapat segera ditangani, mengingat keluhan yang terus meningkat dari masyarakat.