Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Kembali Kuasai Kebun yang Mereka Tanam, Kuasa Hukum: “Ini Pemulihan Penguasaan, Bukan Aksi Main Hakim Sendiri”

- Admin

Sabtu, 5 September 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilatriau.id – Kelompok Tani 80 Sumber Berkah pada hari ini kembali memasuki dan menguasai secara fisik areal kebun kelapa sawit di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, yang selama ini mereka klaim sebagai kebun yang dibuka, ditanam, dirawat dan dikelola sendiri selama puluhan tahun.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan melibatkan sekitar 50 orang dari unsur pengamanan dan anggota Kelompok Tani 80 Sumber Berkah. Di lokasi juga terdapat personel kepolisian yang melakukan pengamanan guna menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya benturan antar pihak.

Kuasa hukum Kelompok Tani 80 Sumber Berkah menegaskan bahwa kehadiran masyarakat di lokasi bukan diarahkan untuk melakukan kekerasan, intimidasi ataupun tindakan anarkis, melainkan sebagai upaya mempertahankan dan memulihkan penguasaan faktual atas kebun yang menurut mereka telah lama berada dalam penguasaan kelompok sebelum terjadi pengambilalihan oleh pihak Esron Napitupulu Dkk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahan tersebut mulai dibuka dan digarap oleh Kelompok Tani 80 Sumber Berkah sejak 1992. Penguasaan kemudian berlanjut dengan kegiatan pertanian hingga sekitar 2010, sebelum kelompok mengubah pemanfaatannya menjadi perkebunan kelapa sawit.

Penanaman sawit disebut selesai sekitar 2011 dan kebun terus dirawat serta dipanen hingga Oktober 2024.

Kelompok tani juga memegang sejumlah Surat Keterangan Riwayat Penguasaan Tanah dan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah yang diterbitkan oleh Pemerintah Desa Muara Langsat dan diregistrasi atau diketahui oleh Camat Sentajo Raya atas nama para anggota kelompok. Dalam draft gugatan yang disiapkan, keseluruhan objek yang dipersoalkan disebut seluas kurang lebih 551.741 m² atau sekitar 55,2 hektare.

Baca Juga :  Bupati Kuantan Singingi Ajak Masyarakat Nobar Indonesia Vs Korea Selatan AFC U23 ASIAN CUP

Persoalan bermula ketika pada 8 Oktober 2024 pihak Kelompok Tani mendalilkan bahwa penguasaan fisik kebun mereka beralih setelah tindakan yang dilakukan oleh pihak yang dikaitkan dengan Esron Napitupulu.

Dalam dokumen perkara, kelompok mendalilkan bahwa pengambilalihan tersebut tidak didahului putusan pengadilan ataupun penetapan eksekusi. Setelah kejadian tersebut, akses menuju kebun juga disebut ditutup sehingga para anggota tidak lagi dapat menjalankan aktivitas perkebunan sebagaimana sebelumnya.

Atas kondisi itu, Kelompok Tani 80 Sumber Berkah tidak tinggal diam. Berbagai jalur hukum telah ditempuh, mulai dari mediasi di Polres Kuantan Singingi, mediasi melalui Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, gugatan perdata, hingga laporan pidana.

Kelompok juga telah membuat laporan ke Polda Riau pada 24 Juli 2026 melalui LP/B/430/VII/2026/SPKT/Polda Riau berkaitan dengan dugaan pengambilalihan dan pengambilan hasil kebun. Perkara tersebut kemudian ditindaklanjuti dalam proses kepolisian.

Kuasa hukum menegaskan bahwa tindakan masyarakat hari ini harus dibaca dalam konteks tersebut.

“Masyarakat ini bukan datang untuk mencari keributan. Mereka datang ke kebun yang menurut bukti dan riwayat penguasaan mereka sendiri dibuka, ditanam dan dikelola selama bertahun-tahun. Yang kami tekankan adalah tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada perusakan dan tidak boleh ada tindakan melawan hukum dari pihak mana pun.”

Baca Juga :  Bakal Dibuka Oktober, Simak Jadwal dan Tata Cara Daftar PPPK 2024

Menurut kuasa hukum, kelompok tani 80 Sumber berkah, Advokat IKHSAN, SH.,MH.,CLA,CPM. keberadaan aparat kepolisian di lokasi menjadi penting agar setiap aktivitas berjalan tertib dan tidak berkembang menjadi konflik horizontal.

“Kalau ada pihak lain merasa mempunyai hak, silakan buktikan melalui mekanisme hukum. Jangan ada lagi penyelesaian sengketa dengan kekuatan massa. Kami memilih jalur hukum dan kami meminta semua pihak juga menghormati jalur hukum.”

Secara yuridis, kuasa hukum juga menegaskan bahwa pemulihan penguasaan fisik oleh kelompok tidak boleh dimaknai sebagai penetapan final mengenai kepemilikan oleh masyarakat sendiri. Penentuan siapa yang paling berhak atas objek tetap menjadi kewenangan lembaga peradilan berdasarkan alat bukti masing-masing pihak.

Karena itu, langkah di lapangan disebut dilakukan sebagai pemulihan dan pengamanan penguasaan faktual menurut klaim serta bukti kelompok, bukan sebagai pengganti putusan pengadilan.

“Kami tidak meminta hukum berpihak kepada siapa pun. Kami meminta hukum bekerja. Yang mengaku memiliki hak, buktikan haknya. Yang merasa dirugikan, tempuh pengadilan. Tetapi jangan lagi ada penguasaan sepihak yang menempatkan masyarakat pada posisi tidak berdaya.”

Kelompok Tani 80 Sumber Berkah menyatakan akan tetap mempertahankan suasana kondusif serta menyerahkan penyelesaian akhir sengketa kepada proses hukum yang sedang berjalan.

“Kebun ini mereka buka. Mereka yang menanam. Mereka yang merawat. Dan selama bertahun-tahun mereka pula yang menggantungkan kehidupan dari hasil kebun tersebut. Perjuangan hari ini bukan mencari konflik melainkan mencari kepastian dan keadilan.”

Berita Terkait

Polsek Kuantan Tengah Tertibkan 4 Unit Dompeng Diduga Untuk Aktivitas PETI di Sentajo Raya
Polsek Singingi Hilir Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Petai, Empat Rakit Dompeng Dimusnahkan
Polres Kuansing Ungkap Kasus BBM Bersubsidi dan Ganja, Empat Tersangka Diproses Hukum
Polres Kuansing Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, 2.400 Liter Pertalite Disita
Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman
Kapolres Kuansing Hadiri Panen Raya Jagung Pipil Kuartal III di Desa Sungai Buluh, Dukung Program Asta Cita Presiden RI
Polres Kuantan Singingi Tindak Aktivitas PETI di Empat Lokasi, 10 Rakit Ditertibkan
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Dua Rakit PETI di Sekitar Venue Dayung Kebun Nopi
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Polsek Kuantan Tengah Tertibkan 4 Unit Dompeng Diduga Untuk Aktivitas PETI di Sentajo Raya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Polsek Singingi Hilir Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Petai, Empat Rakit Dompeng Dimusnahkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:33 WIB

Polres Kuansing Ungkap Kasus BBM Bersubsidi dan Ganja, Empat Tersangka Diproses Hukum

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Polres Kuansing Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, 2.400 Liter Pertalite Disita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:21 WIB

Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman

Berita Terbaru

error: Content is protected !!