Lapas Teluk Kuantan: Ramadan dalam Keterbatasan, Harapan untuk Lapas Baru

- Admin

Rabu, 26 Maret 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing, Kilatriau.id – Suasana haru dan keprihatinan menyelimuti acara buka bersama antara insan pers dan Lapas Kelas II B Teluk Kuantan pada Selasa, 25 Maret 2025. Di balik dinding kusam dan jeruji besi, hampir setengah ribu narapidana menjalani kehidupan yang penuh keterbatasan. Ruang ibadah yang sempit, kondisi sel yang sesak, serta fasilitas yang jauh dari kata layak menjadi potret nyata kondisi lapas yang mendapat predikat sebagai yang terpadat kedua di Indonesia.

Di bulan suci Ramadan ini, suasana semakin terasa sesak. Ruangan berukuran 3×4 meter yang seharusnya dihuni oleh 15 orang kini dijejali hingga 50 narapidana. Tidur berdesakan menjadi hal biasa, bahkan tempat ibadah yang dulunya ada kini telah beralih fungsi menjadi kamar napi. Satu-satunya lapangan berukuran 4×10 meter yang tersisa harus dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari olahraga hingga salat Jumat dan tarawih berjemaah.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gambar: Lapas teluk kuantan

Kelebihan kapasitas yang mencapai 810 persen membuat situasi di dalam lapas semakin rentan. Selain berisiko menimbulkan kericuhan, kondisi ini juga menjadi ladang subur bagi penyebaran penyakit menular seperti TBC. Namun, opsi pemindahan napi ke lapas lain di Provinsi Riau hampir tidak memungkinkan, mengingat keterbatasan anggaran yang dialami seluruh instansi, termasuk Lapas, pada tahun 2025.

Baca Juga :  Festival Perahu Baganduang Bakal Digelar Ingat Dan Catat Tanggalnya!!!!

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, di bawah kepemimpinan Bapak Suhardiman Amby, telah menghibahkan lahan seluas 8 hektar di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, untuk pembangunan lapas baru. Namun, proses realisasi masih menemui kendala birokrasi dan anggaran.

Kepala Lapas Teluk Kuantan, Wiwid Feryanto Rahadian, A.Md.I.P., S.H., mengapresiasi langkah Pemkab Kuansing, tetapi mengungkapkan bahwa pembangunan masih terkendala regulasi.

“Alhamdulillah, Pemkab Kuansing sudah menghibahkan tanah untuk pembangunan Lapas Teluk Kuantan. Namun, sampai hari ini kami terkendala soal memulai pembangunan. Kementerian terkait kesulitan mendapatkan anggaran jika pembangunan dimulai dari nol karena harus mendapatkan izin Presiden. Namun, untuk program lanjutan, tidak diperlukan izin tersebut. Kami berharap Pemkab Kuansing bersedia memulai pembangunan awal dengan anggaran sekitar 10 miliar agar gedung bisa segera fungsional,” ungkap Wiwid.

Baca Juga :  Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Kembali Kuasai Kebun yang Mereka Tanam, Kuasa Hukum: “Ini Pemulihan Penguasaan, Bukan Aksi Main Hakim Sendiri”

Tanpa langkah konkret dari pemerintah daerah, harapan para napi untuk mendapatkan ruang hidup yang lebih layak masih terasa jauh. Sementara itu, mereka terus menjalani hari-hari di balik jeruji dengan kondisi yang memprihatinkan.

Selain kepada Pemkab Kuansing, Wiwid juga telah menyampaikan kondisi Lapas Teluk Kuantan kepada Mafirion, anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB.

“Kami juga sudah menyampaikan dan memohon bantuan kepada Bapak Mafirion. Semoga perjuangan seluruh stakeholder bisa mengubah status Lapas Teluk Kuantan dari overkapasitas menjadi lapas yang memenuhi standar lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.

Ramadhan di Lapas Teluk Kuantan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang perjuangan mempertahankan martabat di tengah keterbatasan yang mencekik. Harapan akan lapas baru terus menyala, meski hingga kini masih sebatas wacana tanpa kepastian.

Sumber Berita : Haluanriau.com

Berita Terkait

Profil Intan Ladiva Marsya, Putri Kuansing yang Bersinar di Dangdut Academy 8
Sengketa Kebun Muara Langsat Berujung Berdarah 11 Orang Luka hingga Kritis Polisi Diminta Usut Sampai Aktor di Baliknya
Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Kembali Kuasai Kebun yang Mereka Tanam, Kuasa Hukum: “Ini Pemulihan Penguasaan, Bukan Aksi Main Hakim Sendiri”
Alam Cahayo Tuah Nagoghi Sikat Juara 1 Tepian Lubuok Sobae
Panglimo Hitam Bintang Nagori Ketaping Jaya Ganas, Tembus Hari Ke-4 Pacu Jalur Kuantan Hilir
Tutup TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR, Kasdam XIX/TT Berikan Apresiasi
Ekspos ke Plt Gubri Plt Bupati Kuansing : Persiapan Pacu Jalur Nasional 2026 Sudah 85 Persen
Peringati HUT ke-69 Riau, Pj Sekda Kuansing: Keberagaman Adalah Modal Maju Bersama
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:23 WIB

Profil Intan Ladiva Marsya, Putri Kuansing yang Bersinar di Dangdut Academy 8

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Sengketa Kebun Muara Langsat Berujung Berdarah 11 Orang Luka hingga Kritis Polisi Diminta Usut Sampai Aktor di Baliknya

Sabtu, 5 September 2026 - 22:44 WIB

Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Kembali Kuasai Kebun yang Mereka Tanam, Kuasa Hukum: “Ini Pemulihan Penguasaan, Bukan Aksi Main Hakim Sendiri”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Alam Cahayo Tuah Nagoghi Sikat Juara 1 Tepian Lubuok Sobae

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:22 WIB

Panglimo Hitam Bintang Nagori Ketaping Jaya Ganas, Tembus Hari Ke-4 Pacu Jalur Kuantan Hilir

Berita Terbaru

Berita

Alam Cahayo Tuah Nagoghi Sikat Juara 1 Tepian Lubuok Sobae

Minggu, 16 Agu 2026 - 19:21 WIB

error: Content is protected !!