Kilatriau.id – Dentuman gendang pacu jalur sudah terdengar dari jauh. Sembilan hari menjelang pembukaan, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menyatakan persiapan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 sudah masuk garis finish.
Dalam ekspose langsung ke Plt Gubernur Riau di Kantor Gubernur, Senin (10/8/2026), Plt Bupati Kuansing H. Mukhlisin menyebut progres keseluruhan sudah mencapai 85 persen.
“Untuk persiapan, saat ini sudah mencapai 85 persen. Kita terus kebut agar semua berjalan lancar sesuai jadwal,”ujar Mukhlisin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Mukhlisin, Pacu Jalur bukan sekadar tradisi. Ini soal marwah.“Ini event nasional dan sangat bergengsi untuk Pemkab Kuansing, khususnya Riau. Makanya harus kita ekspos langsung,” tegasnya.
Status nasional membuat tekanannya berlipat. Karena itu sinergi antara Pemkab Kuansing dan Pemprov Riau disebutnya kunci utama agar semua kebutuhan, mulai dari logistik, keamanan, sampai hiburan rakyat, bisa beres tepat waktu.
Plt Gubernur Riau sependapat. Ia meminta semua elemen bekerja maksimal agar event ini benar-benar mengangkat nama Kuansing dan Riau ke kancah nasional.
“Kita mengharapkan ini menjadi event besar, persiapannya harus matang. Rundown acara juga harus benar. Tanggal 16 Agustus 2026 semua harus sudah selesai. Jangan ada lagi kerja kebut semalam,” pesannya.
Di balik optimisme 85 persen itu, ada dua catatan penting. Pertama soal anggaran yang terus dipantau. Kedua, kondisi Sungai Kuantan yang masih keruh.
Pemkab mengaku sudah berkoordinasi dengan Polsek Kuansing untuk mengantisipasi dampaknya saat perlombaan. Namun Mukhlisin jujur, faktor alam di luar kendali daerah juga ikut bermain.
“Sungai masih keruh. Kita sudah sinergi dengan Polsek Kuansing. Tapi karena sumber airnya dari provinsi tetangga, kita tidak bisa 100 persen menjaganya agar tidak keruh,” jelasnya.
Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung (19-23 Agustus 2026), di tepian Sungai Kuantan, Teluk Kuantan.
Dengan tenggat 16 Agustus untuk menyelesaikan semua persiapan, Pemkab diminta kembali melapor ke Pemprov setelah semua kebutuhan tuntas.
Pemprov berharap tahun ini Pacu Jalur bisa naik kelas. Bukan hanya meriah di sungai, tapi juga memberi kesan positif, tertata rapi, dan meninggalkan dampak ekonomi bagi warga.
Sebab di Kuansing, pacu jalur bukan cuma soal siapa paling cepat ke garis finish. Ini tentang kebanggaan satu daerah, yang tahun ini ingin dibuktikan ke seluruh Indonesia.
Penulis : Muhammad Azizi











