Kilatriau.id — Sorakan ribuan penonton pecah di Tepian Lubuok Sobae, Minggu 16 Agustus 2026, Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Sikakak, Cerenti, sukses mengukir sejarah dengan menjuarai Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi 2026.
Di atas air Sungai Kuantan yang berkaca, dayung puluhan anak pacu menghantam permukaan dengan ritme kompak. Dan di garis finish, Alam Cahayo Tuah Nagoghi melesat paling depan. Gelar juara pun sah jadi milik jalur kebanggaan Kuansing ini.
Festival yang mempertemukan jawara Kuansing vs Inhu ini resmi ditutup Asisten III Setda Kuansing, Azhar. Suasana penutupan penuh haru dan kebanggaan karena seluruh rangkaian lomba berjalan lancar dan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Final Panas! Kuansing vs Inhu
Jalur menuju takhta juara tidak mudah. Sejak semifinal, tensi sudah setinggi tiang pancang.
Di jalur pertama, Alam Cahayo Tuah Nagoghi tampil garang. Dengan tarikan dayung yang solid, mereka menumbangkan Untung Bertuah asal Danau Baru, Rengat Barat, Inhu.
Sementara di jalur sebelah, duel sengit terjadi. Batu Hijau Tuah Negeri dari Baturijal Barat, Peranap, Inhu, berhasil mematahkan perlawanan Panah Samudra Selayang Angin dari Pauh Angit Hulu, Pangean.
Puncak drama ada di final. Alam Cahayo Tuah Nagoghi vs Batu Hijau Tuah Negeri. Sejak start, anak pacu Sikak langsung tancap gas. Tak ada celah. Batu Hijau Tuah Negeri sempat mengejar, tapi tertinggal beberapa meter. Hasil akhir, Juara 1 untuk Kuansing, Juara 2 untuk Inhu.
Daftar 10 Peringkat Juara Tepian Lubuok Sobae 2026 :
1. Alam Cahayo Tuah Nagoghi- Sikak, Cerenti
2. Batu Hijau Tuah Negeri- Baturijal Barat, Peranap, Inhu
3. Panah Samudra Selayang Angin – Pauh Angit Hulu, Pangean
4. Untung Bertuah – Danau Baru, Rengat Barat, Inhu
5. Panglimo Hitam Bintang Nagoghi
6. Sarijadi Gementar Alam
7. Delima Indah Permata Kuantan
8. Pendekar Kayangan Tuah Nagori
9. Kudo Putie Ghajo Kukok
10. Bomber
Malam harinya, para juara naik podium di halaman Kantor Camat Kuantan Hilir. Tepuk tangan dan tangis haru mengiringi penyerahan hadiah seusai salat Magrib.
Belum Selesai Tepian Narosa Menanti Bagi Azhar, festival ini bukan sekadar lomba. Ini bukti cinta masyarakat Kuansing pada budayanya sendiri.
“Terima kasih untuk semua yang sudah bahu-membahu. Dari anak pacu, tukang, panitia, sampai masyarakat yang nonton di tepian. Ini semua untuk menjaga warisan leluhur kita di Sungai Kuantan,” kata Azhar.
Dan pesannya jelas jangan santai dulu. Karena panggung yang lebih besar sudah menunggu.
Mulai 19 Agustus 2026, mata Indonesia akan tertuju ke Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Pacu Jalur Tradisional Event Nasional akan digelar. Jalur-jalur terbaik se-Nusantara diprediksi hadir, wisatawan pun dipastikan memadati tepian.
“Jadikan festival tadi sebagai pemanasan. Kita buktikan ke dunia, pacu jalur Kuansing bukan hanya lomba, tapi jati diri. Mari kita sukseskan event nasional ini bersama-sama,” tutup Azhar.
Dengan ditutupnya festival dan dinyalakannya hitung mundur ke event nasional, satu hal pasti riuh dayung di Sungai Kuantan belum akan berhenti.
Penulis : Muhammad Azizi











