Kilatriau.id | KUANTAN SINGINGI – Nama Intan Ladiva Marsya semakin dikenal publik setelah berhasil melangkah sebagai salah satu finalis Putri Dangdut Academy (DA) 8 Indosiar. Gadis asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ini terus menunjukkan kemampuan vokalnya dalam ajang pencarian bakat dangdut bergengsi tersebut.
Malam ini, Intan atau yang akrab disapa Diva dijadwalkan tampil pada babak Top 17 Group 1 Show bersama Tim Melly Lee. Penampilannya menjadi salah satu momen yang dinantikan para pendukungnya, khususnya masyarakat Kuansing yang terus memberikan dukungan terhadap perjuangannya.
Memiliki suara khas dan penampilan yang memikat, Diva mampu menarik perhatian penonton maupun dewan juri. Setiap penampilannya di atas panggung Indosiar menjadi kesempatan bagi dirinya untuk mengembangkan bakat sekaligus membuktikan potensi sebagai calon bintang dangdut masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Intan Ladiva Marsya lahir di Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada 22 Maret 2010. Pada September 2026, usianya menginjak 16 tahun.
Intan merupakan putri dari pasangan Mustofa Gani dan Elvata Nora. Kedua orang tuanya mengaku bangga sekaligus tidak menyangka putri mereka mampu tampil maksimal dalam setiap penampilannya di layar kaca Indosiar.
Semangat bagi Intan dalam menjalani persaingan di panggung DA 8. Perjuangannya juga mendapat perhatian dari masyarakat Kuansing yang berharap Diva dapat terus melaju ke babak berikutnya.
Di tengah kesibukannya mengikuti kompetisi dangdut, Intan tetap menjalani pendidikan. Ia tercatat sebagai siswi SMKN 1 Teluk Kuantan dan mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk mengejar impian. Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, Diva berpeluang terus mengasah bakatnya demi mewujudkan cita-cita menjadi penyanyi dangdut idola Indonesia.











