Kilatriau.id – Hitung mundur dimulai. Dari hulu sampai hilir, kabar perahu-perahu panjang mulai terdengar. Tepian Narosa akan kembali jadi panggung terbesar masyarakat Kuantan Singingi.
Ribuan langkah kaki, ratusan spanduk, dan satu sungai yang jadi saksi sejarah akan bersatu di Festival Pacu Jalur Nasional 2026.
Pemkab Kuansing tak main-main tahun ini. Berbagai persiapan dikebut mulai dari penataan venue, pengamanan, hingga panggung hiburan rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuannya satu membuat setiap orang yang datang, baik warga lokal maupun wisatawan, pulang dengan cerita dan kenangan yang susah dilupakan.
Semangat warga ternyata luar biasa. Data terbaru dari Sekretariat Panitia FPJN 2026 mencatat sudah ada 77 jalur yang mendaftar. Dan ini belum final.
“Hingga saat ini sudah ada 77 jalur yang terdaftar mengikuti Festival Pacu Jalur Nasional 2026. Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan diperkirakan akan terus bertambah hingga menjelang hari pelaksanaan,” jelas Andi Cahyadi, Ketua Umum FPJN 2026, melalui Eradotus dari kesekretariatan panitia.
Tujuh puluh tujuh jalur artinya 77 cerita, 77 kampung yang siap berjuang demi nama baik di atas Sungai Kuantan.
Peta kekuatannya juga sudah mulai kebaca. Kuantan Tengah masih jadi raja jumlah peserta dengan 15 jalur. Lalu ada Kuantan Mudik dan Indragiri Hulu yang kompak menurunkan 11 jalur.
Daftar sementara peserta :
– Kuantan Tengah: 15 jalur
– Kuantan Mudik : 11 jalur
– Indragiri Hulu : 11 jalur
– Inuman : 7 jalur
– Benai : 6 jalur
– Kuantan Hilir Seberang : 6 jalur
– Pangean : 5 jalur
– Gunung Toar : 5 jalur
– Sentajo Raya : 4 jalur
– Cerenti : 3 jalur
– Hulu Kuantan : 2 jalur
– Kuantan Hilir : 1 jalur
– Logas Tanah Darat : 1 jalur
Beberapa wilayah seperti Pucuk Rantau, Kuantan Singingi, dan Sumatera Barat belum ada pendaftar. Tapi siapa tahu kejutan masih datang di menit-menit terakhir.
Pacu Jalur bukan cuma soal siapa paling cepat. Ini soal jati diri. Di setiap haluan jalur ada ukiran, di setiap dayung ada doa, di setiap sorakan ada harapan satu kampung.
Festival ini juga jadi etalase Kuansing. UMKM lokal, kuliner khas, sampai kerajinan tangan akan kebanjiran rezeki saat Tepian Narosa penuh sesak.
Penulis : Muhammad Azizi











