Kilatriau.di – Sungai Kuantan mendadak pecah Jumat sore, ( 7 Agustus 2026), di Tepian Ronge Biru di Desa Pulau Aro berubah jadi lautan manusia. Sorak sorai, tepuk tangan, dan dentuman semangat menggema saat Plt Bupati Kuantan Singingi, Muklisin, resmi melepas hilir pertama Pacu Jalur Mini Ikatan Pemuda Pulau Aro.
Pancang start sudah dikepung ribuan pasang mata. Warga datang dari berbagai penjuru, rela berdiri berdesakan demi satu hal: menyaksikan orang nomor satu di Kuansing turun langsung ke kampung mereka.
Begitu tiba, suasana langsung berubah. Muklisin tak langsung ke panggung. Dengan senyum khasnya, ia berjalan menyusuri tepian sungai, menyalami warga satu per satu. Tak ada jarak. Tak ada sekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak-anak berebut salaman, ibu-ibu bersorak, bapak-bapak mengacungkan jempol. Kamera HP mengabadikan momen langka itu. Kehangatan itu yang bikin Pacu Jalur Mini tahun ini terasa beda.
“Ini baru pemimpin Turun, nyapa, nggak pake jarak,” ujar salah satu warga sambil tertawa.
Tepat di bawah terik matahari sore, aba-aba dilepas. Jalur-jalur mini melesat membelah Sungai Kuantan. Riuh penonton langsung meledak. Nama tim diteriakkan, genderang ditabuh. Adrenalin naik!
Di sela kemeriahan, Muklisin menegaskan pesan penting. Bagi beliau, Pacu Jalur Mini lebih dari sekadar adu cepat di atas air.
“Pacu Jalur itu napasnya orang Kuansing. Ini identitas kita. Lewat Pacu Jalur Mini, kita tanamkan cinta budaya sejak dini ke anak-anak. Sekaligus kita bangun sportivitas dan rasa kebersamaan,” tegas Muklisin.
Ia juga mengacungkan jempol untuk panitia IPPA dan seluruh warga Pulau Aro yang sukses menghidupkan pesta rakyat ini.
Senada, Nanda, warga Pulau Aro, mengaku bangga. “Kami senang sekali Pak Bupati hadir langsung. Beliau bukti kalau pemerintah peduli sama budaya kita. Semoga ke depan Pacu Jalur Kuansing makin mendunia,” katanya penuh semangat.
Pacu Jalur Mini IPPA bukan cuma soal siapa paling cepat sampai finish. Lebih dari itu, ini panggung silaturahmi. Ini bukti gotong royong masih hidup. Ini cara anak muda Kuansing menjaga warisan leluhur agar tak lekang zaman.
Selama dayung masih menghantam air Sungai Kuantan, selama itu pula semangat Kuantan Singingi akan terus melaju.
Penulis : Muhammad Azizi











