Pemkab Kuansing Terbitkan Surat Edaran Larangan PETI, Bupati: Kerugian Capai Rp2,4 Triliun per Tahun

- Admin

Selasa, 29 Juli 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilatriau.id | Teluk Kuantan — Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mengambil langkah tegas terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 1714 Tahun 2025. Surat edaran ini ditandatangani langsung oleh Bupati H. Suhardiman Amby pada 19 Juli 2025 dan ditujukan kepada para camat, kepala desa/lurah, serta seluruh elemen masyarakat di wilayah Kuansing.

Dalam surat edaran tersebut, Bupati Suhardiman secara tegas melarang seluruh bentuk kegiatan penambangan ilegal, baik itu emas, batuan, mineral, maupun galian lainnya tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP). Larangan ini dikeluarkan menyusul dampak ekonomi dan lingkungan yang sangat merugikan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Kuansing Bapak Suhardiman Amby mengungkapkan bahwa potensi kebocoran sumber daya alam akibat PETI di Kuansing diperkirakan mencapai Rp2,4 triliun per tahun, setara dengan hampir 6 kilogram emas per hari yang diambil tanpa izin. Dengan asumsi harga emas Rp1,1 juta per gram, maka kerugian harian akibat PETI dapat mencapai lebih dari Rp6,6 miliar, tanpa kontribusi sedikit pun terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini bukan hanya kerugian finansial, tapi juga kerusakan lingkungan yang parah. Sungai tercemar, hutan rusak, dan lahan produktif menjadi terganggu. Kita tidak bisa membiarkan ini terus berlangsung,” tegas Bupati.

Surat edaran tersebut didasarkan pada sejumlah regulasi nasional, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009, yang mewajibkan izin resmi untuk seluruh kegiatan pertambangan.
  • Pasal 158 dalam UU tersebut, yang mengancam pelaku PETI dengan pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.
  • UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  • PP Nomor 96 Tahun 2021 dan Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2018.
Baca Juga :  Bupati Suhardiman Amby Buka Secara Langsung Pacu Jalur Kecamatan Kuantan Hilir

Pemerintah desa dan kecamatan diminta untuk melakukan pengawasan aktif serta segera melaporkan segala aktivitas PETI kepada Satpol PP, Kepolisian, atau Dinas Lingkungan Hidup. Masyarakat juga diajak untuk tidak terlibat dan turut menjaga kelestarian lingkungan.

Langkah Pemkab Kuansing mendapat dukungan penuh dari Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, menegaskan komitmennya terhadap kebijakan Zero PETI di seluruh Riau.

“Penindakan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan. Kita akan telusuri jaringan cukong dan pendanaan di balik aktivitas ilegal ini,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, jajaran Polres Kuansing di bawah komando AKBP Raden Ricky Pratidiningrat telah melakukan berbagai operasi penertiban. Sejumlah penampung emas ilegal telah diamankan, berikut barang bukti berupa emas dan uang tunai dalam jumlah besar. Selain itu, Polres juga mengaktifkan seluruh polsek untuk memetakan titik-titik tambang ilegal dan menggandeng tokoh masyarakat serta aparat desa dalam upaya pencegahan.

Baca Juga :  Longsor Kopah Jalan Penghubung Pulau Baru Dan Koto Tuo Kopah

Pemerintah Kabupaten Kuansing berharap kebijakan ini menjadi tonggak awal yang kuat dalam memutus mata rantai PETI. Bupati Suhardiman menegaskan bahwa penyelamatan lingkungan dan sumber daya alam adalah tanggung jawab bersama.

“Ini untuk masa depan Kuansing yang berkelanjutan. Kita ingin warisan alam kita dinikmati oleh generasi mendatang, bukan dihancurkan oleh keserakahan,” tutupnya. (rls)

Berita Terkait

KOTO BARU MEMANGGIL PRESIDEN : Ibu-ibu Gelar Aksi Damai di Lahan PT.RAPP
Profil Intan Ladiva Marsya, Putri Kuansing yang Bersinar di Dangdut Academy 8
Sengketa Kebun Muara Langsat Berujung Berdarah 11 Orang Luka hingga Kritis Polisi Diminta Usut Sampai Aktor di Baliknya
Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Kembali Kuasai Kebun yang Mereka Tanam, Kuasa Hukum: “Ini Pemulihan Penguasaan, Bukan Aksi Main Hakim Sendiri”
Alam Cahayo Tuah Nagoghi Sikat Juara 1 Tepian Lubuok Sobae
Panglimo Hitam Bintang Nagori Ketaping Jaya Ganas, Tembus Hari Ke-4 Pacu Jalur Kuantan Hilir
Tutup TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR, Kasdam XIX/TT Berikan Apresiasi
Ekspos ke Plt Gubri Plt Bupati Kuansing : Persiapan Pacu Jalur Nasional 2026 Sudah 85 Persen
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:10 WIB

KOTO BARU MEMANGGIL PRESIDEN : Ibu-ibu Gelar Aksi Damai di Lahan PT.RAPP

Selasa, 15 September 2026 - 20:23 WIB

Profil Intan Ladiva Marsya, Putri Kuansing yang Bersinar di Dangdut Academy 8

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Sengketa Kebun Muara Langsat Berujung Berdarah 11 Orang Luka hingga Kritis Polisi Diminta Usut Sampai Aktor di Baliknya

Sabtu, 5 September 2026 - 22:44 WIB

Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Kembali Kuasai Kebun yang Mereka Tanam, Kuasa Hukum: “Ini Pemulihan Penguasaan, Bukan Aksi Main Hakim Sendiri”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Alam Cahayo Tuah Nagoghi Sikat Juara 1 Tepian Lubuok Sobae

Berita Terbaru

Berita

Alam Cahayo Tuah Nagoghi Sikat Juara 1 Tepian Lubuok Sobae

Minggu, 16 Agu 2026 - 19:21 WIB

error: Content is protected !!